“Di
? Mata dan pikiran tidak harus selalu sama. Seorang murid yang matanya menatap lurus melihat papan tulis belum tentu pikirannya ada di
Mata mereka memandang Kanaan, namun hati dan pikiran mereka masih di Mesir. Jadi perjalanan mereka dilakukan dengan asal-asalan. Yesus berkata seperti ini, “….. Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk. 9:62). Mengiring Kristus seharusnya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tetapi banyak yang matanya di gereja, tetapi hatinya menjauh.
Bagaimana mungkin orang seperti ini berkenan kepada Tuhan? Sedangkan persoalan sedikit saja datang ia sudah menyampaikan
Gereja hanyalah berisi orang-orang yang kehilangan semangat. Mata mereka ada di gereja, tetapi hatinya masih memikir-mikirkan perkara-perkara yang lama. Kita membutuhkan api lagi. Api yang akan membakar hati kita supaya menyala-nyala mengiring Tuhan. Dulu kita punya, tetapi di mana api itu kini? Padam? Kalau itu sudah padam, tidak menunggu waktu yang lama, maka Anda akan disebut bangsa yang bersungut -sungut. Ketika perjalanan hidup Anda terasa berat, maka keluarlah nada sungutan. Tidak ada lagi ucapan syukur kepada Allah. Saudara, dosa yang tidak kalah besarnya adalah dosa bersungut-sungut.
Ketika Anda mulai menyalahkan Tuhan dan tidak percaya dengan janji-janji-Nya, itulah kesalahan yang tidak bisa disebut kecil. Anda tahu sudah berapa ribu orang
Renungan:
Kita semua sedang dituntun Tuhan menuju kemuliaan yang semakin terang. Surga adalah tujuan kita. Janganlah memikirkan lagi perkara-perkara yang bisa mengganggu perjalanan rohani Anda. Jika matamu tidak tertuju pada Kristus, maka perjalanan rohanimu akan terasa amat berat.

