“Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus” (Yohanes 6:24).
Untuk apa orang banyak itu mencari Yesus? Jawabannya kita temukan dalam ayat 26, “Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.”
Ternyata ada motivasi terselubung dibalik pencarian Yesus itu. Yesus berharap bahwa penggandaan roti itu akan menjadi tanda bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan. Tetapi
Pada zaman sekarang pun orang Kristen yang seperti ini banyak sekali. Mereka datang ke gereja setelah usaha mereka bangkrut atau perusahaan mereka mengalami pailit. Sebagian karena mereka sungguh-sungguh bertobat, tetapi sebagian lagi karena Yesus itu seperti “orang sakti” yang dapat memulihkan bisnis mereka yang hancur. Apabila bisnis mereka benar-benar dipulihkan, ya…. mengucapkan “selamat tinggal” pada Tuhan Yesus.
Syukurnya, orang-orang yang datang dengan motivasi salah itu berhasil diluruskan kembali oleh Tuhan sehingga kini mereka datang kepada Tuhan dengan motivasi yang benar. Masalahnya masih banyak orang Kristen yang bertahun-tahun menjadi pengikut Tuhan tapi motivasinya semata-mata untuk mencari “roti” yang dapat mengenyangkan. Mereka tidak melihat bahwa mengikut Kristus adalah mengabdi kepada-Nya dan memuliakan nama-Nya. Ingat, Tuhan adalah penguji orang benar dan yang melihat batin dan hati manusia (Yer. 20:12).
Kita harus mengakui bahwa kadang-kadang kita berdoa kalau kita lagi membutuhkan Tuhan. Manakala persoalan sudah tidak dapat diatasi lagi, baru kita bersujud di hadapan-Nya setiap jam. Kalau persoalan beres? Cukup seminggu sekali saja berdoa! Apa Tuhan itu seperti ban serep yang saat ban kempis saja baru dibutuhkan?
Renungan:
Luruskan motivasi Anda di hadapan-Nya, kalau tidak, Anda tidak akan tahan uji. Bila ujian iman itu datang, dan penderitaan itu menimpa kita, masihkah iman kita berdiri dengan kokoh bila motivasi kita belum diluruskan? Datanglah kepada Tuhan dengan hati lurus dan tulus.
Tags: oleh tuhan, yang seperti, tidak ada di, iman itu, yang di

