0

MENGAPA ANAK SULUNG?

Posted on Jun 29 , 2010 in Renungan

Keluaran 13:1-16; 1 Korintus 6:20

“Maka haruslah kaupersembahkan bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan; juga setiap kali ada hewan yang kaupunyai beranak pertama kali, anak jantan yang sulung adalah bagi Tuhan” (Keluaran 13:12).

Sebelumnya ditulis demikian, “Apabila engkau telah dibawa TUHAN ke negeri orang Kanaan, seperti yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dan negeri itu telah diberikan-Nya kepadamu” (ayat 11).
Kebebasan adalah dambaan semua orang. Kemerdekaan adalah idaman setiap manusia. Di mana-mana diteriakkan kebebasan dan kemerdekaan. Harganya kadang teramat mahal. Tetapi Allah datang dan memberikan kemerdekaan secara gratis kepada umat Israel. Kanaan adalah tanah yang dijanjikan kepada mereka.
Yang menarik di sini adalah kewajiban yang harus dikerjakan oleh umat Israel setelah mereka berhasil menduduki Kanaan. Kewajiban itu adalah mempersembahkan segala yang lahir terdahulu dari kandungan, entah itu manusia ataukah hewan. Ini bukanlah persembahan yang ringan sebab segala anak sulung pastilah amat berharga. Pertanyaan timbul, mengapa harus anak sulung? Mengapa bukan anak kedua atau ketiga? Mengapa harus yang pertama-tama lahir?
Alasan pertama, karena sulung menunjukkan keutamaan. Yesus juga disebutkan “yang sulung”. Dan Alkitab berkata, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan” (Kolose 1:15). Anda lihat, yang sulung itu adalah yang terutama. Ini artinya Allah mau kita memberikan yang terutama kepadanya. Apa yang menjadi kesayangan kita itulah yang wajib diberikan kepada-Nya.
Lalu alasan kedua, ini bisa jadi karena peringatan dan penggantian terhadap anak-anak sulung yang mati karena tulah di Mesir. Jadi apabila Yesus telah mati dan dibuat berdosa lalu mati di kayu salib, maka Allah juga meminta kita hal yang sama. Ia minta nyawa kita diberikan kepada Allah. Ini berarti seluruh kehidupan kita menjadi milik Allah. Kalimat “harganya telah lunas dibayar” (1 Korintus 6:20), menunjukkan kepemilikan atas mereka yang telah ditebus dengan darah Kristus. Lalu perlukah pada masa Perjanjian Baru ini kita memberikan segala sesuatu yang sulung? Itu baik, tetapi bukan kewajiban. Kewajiban Anda adalah menyerahkan seluruh kehidupan Anda kepada-Nya supaya Anda dipakai untuk kemuliaan-Nya.

Renungan:
Segala persembahan pasti menyenangkan hati Tuhan. Tetapi yang paling menyenangkan adalah bila Anda rela memberikan hidup Anda untuk dipakai oleh Tuhan. Itu berarti menyerahkan hidup Anda sepenuhnya kepada-Nya.

Apa yang terbaik yang Anda miliki berikan kepada Allah supaya Ia menjadi yang terutama.

Tags: , , , ,

Leave a Reply