Kisah 5:26-42; Mazmur 119:43
“Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia” (Kisah 5:29).
Gereja mula-mula begitu berani menyatakan kebenaran. Mereka tidak takut kepada orang-orang yang siap menganiaya mereka. Bagaimanakah mereka menyatakan kebenaran?
Pertama, mereka menyatakan kebenaran dengan mentaati Allah (ay. 29). Mendapat perlawanan dari imam besar mereka bukannya keder dan takut, tetapi mereka malah berkata, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.” Karena mereka telah mengetahui kebenaran, mereka sama sekali tidak gentar menyatakan kebenaran. Tuhan harus lebih ditakuti daripada manusia. Tetapi, kenyataan yang terjadi adalah kebalikannya.
Kedua, mereka menyatakan kebenaran dengan mengekspos dosa (ay. 30). Pembunuhan terhadap Anak Allah yang dianggap perbuatan yang tepat dinyatakan sebagai suatu kesalahan fatal oleh Petrus. Seharusnya kita juga tidak takut menegur orang yang bersalah. Kita juga seharusnya berani menelanjangi perbuatan orang-orang yang melakukan pelanggaran terhadap firman Allah. Tentunya teguran dilakukan dengan kasih, bukan?
Ketiga, mereka menyatakan kebenaran dengan meninggikan Kristus (ay. 31). Tidak ada keinginan yang paling besar dari seorang hamba Tuhan sejati kecuali meninggikan Tuhan. Dengan meninggikan Tuhan kita menyatakan kebenaran, sebab Allah memang telah dan terus meninggikan Kristus. Kalau Anda meninggikan Tuhan, maka Anda menyatakan kebenaran.
Keempat, mereka menyatakan kebenaran dengan menjadi saksi Tuhan (ay. 32). Para rasul jelas tidak tahan untuk tidak berbicara tentang pengalaman pribadi mereka dengan Tuhan. Tak ada satu kekuatan pun yang dapat mengatupkan mulut mereka sehingga mereka tidak dapat berkata-kata tentang kasih dan kuasa Tuhan. Bila gereja Tuhan tidak mau bersaksi, maka itu suatu langkah kemunduran yang parah. Sebab gereja yang hidup adalah gereja yang bersaksi.
Renungan:
Satu-satunya cara untuk menjadikan kita orang-orang yang beda adalah dengan menyatakan kebenaran. Daud berseru, “Janganlah sekali-kali mencabut firman KEBENARAN dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu” (Mzm. 119:43). Beranilah mengucapkan firman kebenaran ini kepada siapa saja.
Kebenaran yang tidak dinyatakan adalah penyesatan terselubung.




Recent Comments