0

PESAN SUNGGUH-SUNGGUH

Posted on Apr 25 , 2009 in Renungan

2 Timotius 4:1-5; Mazmur 71:17-19

“Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya” (2 Timotius 4:1).

Surat Paulus yang terakhir ini mengajak Timotius melakukan semua tugas pelayanannya dalam memberitakan Injil. Bahkan dalam ayat yang kedua dikatakan, “Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” Mengapa Paulus mengatakan ini kepada Timotius? Karena Paulus tahu bahwa karakter Timotius yang pemalu inilah yang akan membawa ia pada kesukaran untuk melaksanakan tugasnya dalam memberitakan Firman Tuhan.
Kita tahu bahwa Tuhan Yesus memberikan perintah untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid–Nya dan membaptiskan mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tetapi kita berpikir bahwa amanat agung itu hanyalah tugas pendeta, penginjil, guru, ataupun hamba-hamba Tuhan yang lain.
Dikatakan tadi bahwa Paulus berpesan dengan sungguh-sungguh. Ini bukan perkataan biasa-biasa yang hanya sebagai pemanis bibir atau sekedar berbasa-basi, tetapi ini adalah ucapan yang sangat serius.
Kita tahu bahwa keadaan sekarang tidak bertambah baik tetapi semakin bertambah jahat, oleh sebab itu baiklah kita semua meresponi apa yang menjadi kehendak Allah dalam kehidupan kita untuk mau melakukan perintah-Nya, yaitu untuk memenangkan jiwa.
Kalau Anda pernah ditolong oleh Tuhan dan Anda telah menikmati kasih-Nya, anugerah-Nya, bahkan Anda juga telah menerima keselamatan dari Dia. Sadarilah bahwa orang lain juga ingin merasakan seperti yang Anda rasakan. Mereka membutuhkan mukjizat-Nya, pertolongan-Nya, dan keselamatan-Nya. Kalau Anda masih berpikir bahwa itu hanyalah tugas seorang hamba Tuhan, itu salah! Ini adalah perintah untuk kita semua. Yesus pernah berkata kepada murid-murid-Nya dalam Yohanes 4:35 bahwa ladang-ladang telah menguning dan siap untuk dituai. Mungkin Anda tidak dapat berkhotbah seperti pendeta, tetapi lewat kesaksian Anda, orang lain dapat diselamatkan.

Renungan:
Biarlah kita menjadi orang yang tidak egois. Masih banyak teman kita, rekan, bahkan mungkin juga keluarga yang masih belum diselamatkan. Doakan mereka dan ceritakan tentang kasih Yesus supaya mereka menikmati anugerah Allah!

Keselamatan sudah disediakan, sayang pemberitanya sedikit.

Tags: , , ,

Leave a Reply