“Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah memb uka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama -Ku” (Wahyu 3:8).
Satu-satunya
Pintu itu merupakan simbol bagi sebuah berita Injil. Misalnya Paulus berkata seperti ini, “Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan [Yunani: thura, yang juga diterjemahkan ‘pintu’ – kata ini sama dengan kata ‘pintu’ yang dipakai pada ayat di atas] untuk pekerjaan di sana” (2 Kor. 2:12) – lihat juga Kol. 4:3.
Di Filadelfia Tuhan membukakan pintu penginjilan. Dan saya yakin jemaat Filadelfia meresponi dengan baik, dan mereka berpesta dengan jiwa -jiwa baru. Tidak hanya itu saja tetapi mereka juga taat kepada firman Tuhan dan tidak menyangkal nama Tuhan. Hidup tanpa cacat – itulah yang menjadi tekad jemaat Filadelfia. Meskipun disebutkan mereka itu kecil – mungkin jemaat ini sederhana dan secara politik tidak mempunyai pengaruh yang kuat, namun gereja ini mendapatkan pujian Tuhan. Gereja sebenarnya juga harus agresif dalam memberitakan Injil. Tetapi orang Kristen akan beralasan bahwa pintu masih ditutup jadi tidak bisa memberitakan Injil.
Bagaimana Anda tahu kalau pintu tertutup kalau Anda tidak melihatnya di dalam roh? Paulus sendiri meminta jemaat untuk mendoakan supaya pintu dibukakan tetapi Paulus yang penuh dengan Roh Allah tahu dalam dunia roh bahwa pintu itu perlu dibuka. Dan yang paling penting lagi adalah menjaga iman kita supaya jangan kita bertindak seperti Petrus yang men yangkali imannya. Itulah topik yang Tuhan sampaikan kepada jemaat Filadelfia.
Siapa yang menyangkali nama Tuhan, maka bisa dipastikan bahwa Yesus juga akan menyangkalinya di hadapan Bapa (Mat. 10:33). Mereka yang menyangkali Tuhan akan menangis meraung -meraung saat Yesus tidak mengakuinya sebagai anak-Nya. Dan ini berarti malapetaka di atas malapetaka.
Renungan:
Kita dapat mencontoh jemaat Filadelfia. Secara materi dan penampakan fisik mungkin mereka diremehkan, tetapi hati mereka berkenan di hadapan Tuhan. Dan pada akhirnya mereka akan menuai sukacita bersama Tuhan. Banyak orang Kristen lebih peduli dengan pintu berkat, daripada pintu penginjilan.




December 28th, 2009 at 4:23 pm
bagimana mengijili dengan mudah dan bertekun dalam Tuhan serta menjaga kekudusan hidup?