0

SEPERTI KAKEK TUA BERJENGGOT?

Posted on Aug 08 , 2009 in Renungan

Roma 2:1-16; Nahum 1:3

“Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan” (Roma 2:4)?

Kita senang berbicara tentang kasih Allah, kemurahan Allah, kesabaran Allah, dan kebaikan Allah. Seolah-olah Ia seperti seorang kakek tua berjenggot yang duduk di kursi malas, meskipun kita lempari kerikil ia diam saja, meskipun kita teriaki ia senyum saja, dan bahkan meskipun kita tarik jenggotnya ia hanya berkata dengan lembut, “Cucu, jangan nakal, ya?”
Gambaran seperti ini sangat membekas dalam sebagian besar orang Kristen. Mereka begitu bangga mempunyai Allah yang sabar dan sekaligus bisa “diajak kerja sama” supaya Ia “tutup mulut” – tidak memberitahu istrinya bahwa ia menyimpan wanita lain. Akhirnya orang ini mempunyai konsep yang salah tentang Allah dan sekaligus menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk terus berbuat dosa.
Saudara, gambaran Allah tidak seperti kakek tua di atas. Ia memang penuh kasih. Ia memang penuh kemurahan. Ia juga Allah yang amat sabar. Tetapi…… sekali lagi tetapi, Alkitab mengatakan, “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia TIDAK SEKALI-KALI MEMBEBASKAN DARI HUKUMAN ORANG YANG BERSALAH ……” (Nah. 1:3).
Pada zaman Nuh, Alkitab mencatat bahwa Allah sabar dengan orang-orang melakukan kejahatan. Tetapi kejahatan manusia telah melampaui batas toleransi. Saat Nuh membuat bahtera, Alkitab mencatat, “……. ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu” (1 Pet. 3:20).
Selama masa pembuatan bahtera yang memakan waktu 120 tahun itu, selama itu pula Nuh berteriak-teriak menyerukan pertobatan. Itulah masa penghabisan bagi kesabaran Allah. Tetapi sayang, tidak ada satu jiwa pun yang mau bertobat. Bukan karena Nuh tidak diurapi. Bukannya Nuh tidak pandai berkhotbah. Tetapi hati orang-orang pada zaman itu begitu bebal. Mereka sama sekali tidak mengira bahwa Allah akan menghakimi mereka. Bukan selama ini mereka baik-baik saja? Bukankah selama ini belum pernah terjadi adanya penghukuman Allah?

Renungan:
Kalau Anda mengira bahwa Allah itu sabar itu benar. Tetapi kalau Anda mengira bahwa Allah bisa diajak kolusi untuk membiarkan Anda berbuat dosa, Anda salah besar. Masa ini adalah masa kesabaran Allah. Nanti akan ada masa penghakiman Allah. Anda siap?

Kesabaran Allah bukanlah ajang untuk melampiaskan perbuatan daging.

Tags: , ,

Leave a Reply