0

SI BURUK RUPA

Posted on Jul 29 , 2009 in Renungan

Lukas 8:16-21; Yesaya 60:1

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya” (Lukas 8:16).

Max Beerbhom (1872-1956) menulis sebuah cerita berjudul The Happy Hypocrite (Orang Munafik yang Bahagia). Seperti sebuah paradoks, bukan? Sebab selama ini yang kita ketahui bahwa tidak ada orang munafik yang berkenan kepada Tuhan. Itu benar, tetapi yang dimaksud oleh penulis cerita ini lain. Kisahnya sendiri adalah tentang seorang pria yang berwajah menakutkan dan jahat, padahal hatinya tidaklah demikian. Ia menghadapi dilema, sebab wanita yang dicintainya menolak cintanya, gara-gara wajahnya yang tidak terkesan sebagai orang alim.
Singkat cerita, untuk mewujudkan impiannya menyunting gadis pujaannya itu, ia diberi topeng wajah dengan kesan baik dan alim. Akhirnya wanita itu mau menikah dengannya tanpa mengetahui bahwa wajah suaminya itu bukanlah yang asli. Dan kenyataannya ia memang benar-benar seorang suami yang baik dan mencintai istrinya.
Suatu saat ? dalam suatu kerusuhan ? tiba-tiba seorang musuh melukai dan merusak topeng di wajahnya. Terlihatlah wajahnya yang asli! Istrinya baru sadar bahwa orang yang menjadi suaminya selama ini ? yang disangkanya jahat, sebab wajahnya mengesankan demikian ¬? adalah orang yang baik yang belum pernah ia jumpai sebelumnya dalam hidupnya.
Saudara, kesan baik di luar dan di dalam memang penting dalam pergaulan. Yang mencelakakan adalah kesan baik di luar, tetapi hatinya busuk! Setiap Minggu pergi ke gereja dengan menenteng Alkitab berukuran super jumbo, tetapi hari-hari lainnya berprofesi sebagai penipu. Atau bermulut manis, tetapi hatinya penuh dengan tipu daya. Orang seperti ini memang memakai topeng yang alim, tetapi untuk menutupi hatinya yang jahat itu.
Namun ada orang yang wajahnya buruk ? mungkin penuh luka, bopeng, dsb ? tetapi hatinya baik. Memang setiap orang yang mengenalnya akan berprasangka buruk, tetapi hatinya benar-benar tulus dan murni. Inilah yang penting: mempunyai hati yang tulus dan benar, tidak peduli apakah penampilan Anda berwajah jahat ataukah baik.

Renungan:
Jadilah terang! Janganlah Anda menutup wajah dengan topeng untuk mengelabui banyak orang. Tunjukkan terang Anda kepada semua orang supaya nama Allah kita dipermuliakan.

Apakah artinya wajah cantik dan ganteng bila hatinya busuk?

Tags: , ,

Leave a Reply