“Mula -mula kerajaannya terdiri dari
Nama Nimrod “tanpa diragukan lagi bagi orang
Nimrod sebagai pendiri
Di dalam diri kita yang paling dalam ada sifat dasar yang merupakan warisan dari nenek moyang kita: pemberontakan. Entah di rumah, di sekolah, di kantor, atau di mana saja, sifat ini muncul dan kerap mencuat keluar tanpa kita sadari. Apabila Anda percaya kepada Yesus, maka Anda harus belajar untuk menjadi umat yang setia dan taat kepada hukum Allah. Dan ini juga akan membentuk Anda menjadi orang yang taat di kepada peraturan di mana saja Anda berada.
Yesus menjadi contoh yang terbaik bagi kita ketika Ia rela dan taat dengan mati di kayu salib (Fil. 2:8). Untuk menebus kesalahan manusia karena ketidaktaatannya, maka dia harus mati di dalam ketaatan. Yesus mampu membuktikan diri-Nya sebagai Anak Allah yang hidup ketika Ia hidup di dalam ketaatan. Saudara, sebenarnya lebih mudah untuk mendengarkan suara Tuhan daripada mentaatinya.
Tetapi Yesus adalah Pribadi yang tidak sekedar peka akan suara Bapa-Nya tetapi juga siap taat seratus persen. Anda harus taat 100% ketika Allah meminta Anda melakukan sesuatu. Apabila dunia menyanyikan lagu pemberontakan, maka anak-anak Tuhan harus menyanyikan lagu ketaatan. Kita harus benar-benar berbeda dengan dunia ini.
Renungan:
Yesus mengajarkan ketaatan. Dia adalah Pribadi yang harus kita teladani. Dan Anda dipanggil untuk taat dan setia. Pemberontakan menuntun manusia pada kehancuran.

