Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”
Yohanes 1:47
Di dunia ini terdapat dua bagian yang berbeda, yaitu ada yang asli dan ada yang palsu. Bahkan dalam dunia roh pun ada yang asli dan juga ada yang palsu. Misalnya ada Tuhan, ada hantu, ada Kristus maka ada antikris. Demikian juga dengan barang, ada barang yang asli, tetapi ada barang yang palsu. Ayub memiliki teman bahkan lebih karib dari seorang saudara. Tetapi dia juga memiliki teman yang palsu.
Dalam Yudas 1:4 telah dikatakan : “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.” Ayat ini mengingatkan bahwa di antara kita ada yang menelusup, yaitu yang paslu. Apakah ada di antara orang percaya ini ada yang palsu?
Dalam Yudas 1:10-11 disebutkan 3 nama yang termasuk palsu: yaitu Kain, Bileam, dan Korah. Kain telah membunuh adiknya karena benci. Kekristenan yang diwarnai kebencian adalah Kekristenan yang palsu. Bileam merupakan figur dari orang yang dalam pelayanannya berorientasi kepada uang. Korah (termasuk Datan dan Abiram) memberontak kepada pemimpinnya yaitu Musa. Kalau orang Kristen memberontak kepada pemimpin maka ia adalah orang Kristen palsu.
Sama halnya dengan uang palsu, demikian anak Tuhan yang palsu juga dapat dalam melayani pekerjaan Tuhan, tetapi suatu saat, pasti ketahuan yang mana palsu dan yang mana asli. Ini akan terjadi pada saat kita menghadap Tuhan. Untuk itu mari kita tanggalkan kepalsuan yang masih ada dalam diri kita agar kita dapat masuk dalam Kerajaan Sorga.
Tuhan menginginkan agar kita menguji diri kita sendiri. II Korintus 13:5 berkata : “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.” Ini merupakan perintah untuk menguji diri. Supaya jangan sampai di hadapan Tuhan kita justru ditolak. Untuk itu, kita harus tahu apa yang harus diuji.
Ada tiga hal yang harus kita uji dalam kehidupan kita, diantaranya : 1. Pertobatan/Keselamatan;
2. Komitmen; 3. Perkataan

