0

Yesus Sang Gembala

Posted on Feb 08 , 2008 in Renungan

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yohanes 10:10).?

Gambaran Allah sebagai gembala adalah gambaran umum yang sudah kita pahami sejak lama. Orang Yahudi pun tahu bahwa Allah adalah gembala yang baik. Tetapi pengertian gembala ini dipertegas lagi oleh Yesus dalam salah satu khotbah-Nya di sini.

Yesus memberikan penekanan bahwa Dia adalah Gembala yang baik. Bagaimana kita tahu kalau Dia adalah Gembala yang baik? Gembala yang baik adalah gembala yang memberikan nyawa kepada domba-domba-Nya. Yesus telah membuktikan hal itu!

Sekarang kita berbicara tentang domba. Domba adalah binatang terlemah dari sekian jenis binatang yang di bumi ini. Ia tidak mempunyai senjata andalan? yang cukup ampuh untuk menghadapi serangan predator, singa misalnya. Ia juga tidak tahu bagaimana caranya menghindari sergapan serigala-serigala yang kelaparan. Kecepatan larinya juga buruk - cocok untuk menjadi incaran segala jenis predator.

Satu-satunya cara untuk tetap bertahan hidup adalah dengan mengandalkan keahlian sang gembala.? ? Saudara, tidak salah bila Allah menganggap umat-Nya sebagai domba-domba yang perlu dijaga, sebab kenyataannya mereka mudah tersesat dan hilang, akhirnya menjadi santapan nikmat para predator. Belum lagi adanya para pencuri dan perampok yang selalu mengawasi mereka.

Yesus menyebutkan bahwa ciri dari domba adalah pengenalan dan ketaatan akan perintah sang gembala, “….. ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya” (ay. 4). Orang asing pastilah tidak akan diikuti.

Sebutan “gembala” yang umum kita dengar adalah gembala sidang atau pendeta sebuah gereja. Meskipun beberapa orang mempersoalkan sebutan dan jabatan ini, tetapi kenyataannya mereka berfungsi sebagaimana layaknya seorang gembala dalam merawat domba-domba milik Yesus (BUKAN domba-domba milik pendeta itu!). Masalahnya, banyak “gembala kecil” (baca: pendeta) yang memanipulasi jabatannya, seolah-olah jemaatnya adalah domba-domba miliknya, sehingga bila domba-dombanya lari ke kandang (baca: gereja) tetangga, marahnya sampai ke ubun-ubun.

Renungan:

Yesus adalah gembala yang baik. Dia mempedulikan kita. Dia merawat kita. Dia membalut luka-luka kita. Pada saat kesulitan tiba, Ia akan datang menolong kita. Hai domba Allah, percayalah kepada-Nya. Keselamatan domba tergantung sepenuhnya pada sang gembala, kecuali dombanya yang tidak taat.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply