Ringkasan Kotbah : Pdt. Ibu Esther Lee
Tanggal : 1 Agustus 2010
Ayat bacaan Roma 8:17
Kita berkumpul setiap hari Minggu untuk belajar menanggkap isi hati Bapa dan kemudian melakukannya dalam kehidupan kita. Saat ini banyak dari anak-anak Tuhan yang sudah mulai kehilangan identitas sebagai ahli waris kerajaan surga. Mari kita kembali kepada identitas kita yang sesungguhnya, dan sebagai anak Tuhan kita harus mengerti tugas dan tanggung jawab kita. Lalu mengapa banyak dari kita yang mulai kehilangan identitas kita? Ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Yang pertama adalah trauma akan peristiwa masa lalu dan yang kedua adalah perasaan bersalah yang tidak juga hilang.
Banyak dari kita yang terpengaruh kedua hal di atas yang menyebabkan kita takut untuk maju. Ketika kita dihadapkan kepada kejadian yang membuat kita trauma ini adalah merupakan kesempatan untuk maju bersama Tuhan untuk menghadapinya sehingga kita bisa menjadi lebih dari pemenang.
Dalam Galatia 4:1 dituliskan bahwa sebelum ahli waris mengalami masa akil balik ia adalah seorang hamba. Sebagai ahli waris kita perlu mengerti bahwa kita memiliki hak dan ketika kita tidak merasa memiliki hak maka kita akan diusir.
Mari kita robek segala perkara dalam hidup kita yang membuat kita mengalami trauma. Ada tiga langkah yang perlu kita lakukan untuk mengatasi trauma dan kembali mendapatkan identitas kita sebagai ahli waris kerajaan surga yang sejati:
1. Menyadari bahwa kita adalah ahli waris
Kalau kita belum sadar maka kita tidak akan pernah menjadi ahli waris yang sejati. Apa yang ada pada kita itulah yang akan dipakai dan dilipat-gandakan oleh Tuhan untuk membawa kita mengalami akil balik.
2. Bangkit sebagai ahli waris
Setelah mengalami akil balik kita harus bangkit dan tidak membiarkan diri kita untuk terus dibelenggu trauma.
3. Lakukan sesuatu untuk sekitar kita
Setelah bangkit mari kita lakukan untuk sekeliling kita. Jangan pernah merasa dan mengatakan bahwa kita tidak memiliki apa-apa.
Mari kita buang segala trauma dan perasaan bersalah sehingga kita bisa bangkit untuk menjadi ahli waris yang sejati. Amin.
Tuhan Yesus memberkati
Tags: yang tidak, diri kita, setiap hari, kejadian yang membuat, bahwa kita, surga yang

