0

Carilah Sumber Berkat

Posted on Mar 04 , 2009 in Sermon

Ringkasan Kotbah Ibu Esther Lie
Tanggal 1 Maret 2009

Ayat bacaan Yesaya 49:14-26

Jika kita lahir dari Allah maka kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita anak Allah, maka kita adalah juga ahli waris-Nya. Sebagai ahli waris Allah, maka kita akan menerima janji-janji Allah.

Ketika kita bersama dengan Yesus, kita akan bisa melakukan perkara-perkara besar. Kita tidak akan bisa “terbang” sendiri. Ayat 15 menceritakan bahwa ada kemungkinan seorang ibu melupakan anaknya, tetapi Tuhan kita tidak akan melupakan kita. Ia adalah Bapa kita yang tidak pernah meninggalkan kita.

Ayat 16 menggambarkan kita yang dilukiskan di telapak tangan Tuhan dan karena itu kita patut untuk berbangga. Dan apa yang sedang terjadi atau akan terjadi atas kita semuanya sudah diketahui oleh Allah.

Jika saat-saat sekarang ini kita sedang merindukan sesuatu, maka nyatakanlah kepada Tuhan. Setelah itu kita bertindak dalam ketepatan Tuhan. Dia memperdulikan kita dan karena itu percayakanlah hidup kita kepada-Nya. Miliki selalu kerinduan dan kepercayaan pada-Nya. Dan apapun masalah kita, Ia akan menyelesaikannya bagi kita.

Yeremia 9:23-24 mengajarkan bahwa jika kita mau bermegah maka marilah kita bermegah karena kita mengenal dan memahami Tuhan.

Ada perumpamaan tentang dua pasang anak dan ayah. Anak dalam cerita pertama mengenal betul bahwa setiap ayahnya kembali dari bepergian, ia akan selalu membawakannya hadiah. Dan setelah menerima hadiahnya, si anak pertama langsung pergi meninggalkan ayahya untuk bermain dengan hadiah yang baru didapatnya. Anak dalam cerita kedua juga mengenal betul bahwa ayahnya juga selalu membawa hadiah setiap kembali dari bepergian. Tetapi anak dalam cerita kedua tidak langsung pergi meninggalkan sang ayah, melainkan ia menaruh hadiahnya dan meluangkan waktu dengan ayahnya. Anak dalam cerita pertama atau kedua yang menggambarkan hubungan kita dengan Bapa kita? Mana yang lebih kita rindukan, sumber dari segala berkat kita atau berkat-berkat itu sendiri?

Mari kita miliki hati yang bergelora untuk-Nya, dan kita boleh berbangga karena kita memiliki Bapa yang seperti Dia.

Tuhan memberkati.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply