Iman

Apr 02, 2009 bethany Sermon 1 Comment

Ringkasan Kotbah Pdt Agus Gunawan
Tgl 28 Maret 2009

Ayat bacaan Roma 10:17

Tuhan Yesus pernah berkata bahwa ada orang yang memiliki iman yang besar sehingga bisa memindahkan gunung dan ada orang yang tidak memiliki iman. Akan tetapi ada juga orang yang bisa kehilangan iman. Lalu bagaimana caranya agar kita juga bisa memiliki iman yang besar? Jawabannya adalah kita perlu tahu sumber dari iman itu, yaitu firman Tuhan. Kita harus terus membaca firman Tuhan, merenungkannya, memikirkannya, mengingatnya dan memperkatakannya dalam keseharian kita. Ada tiga hal yang akan kita lihat dari perkataan iman yang kita keluarkan:

1. Perkataan kita menentukan masa depan kita
Perkataan yang kita keluarkan bisa memberkati dan/atau mengutuki kita. Ketika kita berbicara tentang kegagalan, maka kegagalan yang akan kita dapatkan. Tidak ada orang yang berbicara tentang kegagalan akan tetapi mengharapkan keberhasilan. Perkataan kita ada kuasanya. Perkataan kita akan memberkati hidup kita. Ketika kita berbicara firman, maka yang kita perkatakan akan mendatangkan mujizat, berkat, sukses dan kemenangan yang dari Tuhan. Kalau kita ingin memiliki iman yang besar maka gantilah gaya bicara kita dari yang negatip ke yang positip.

2. Perkataan kita dapat mengubah keadaan kita
Gunakanlah perkataan kita untuk berbicara kepada persoalan kita dan bukan tentang persoalan kita (Markus 11:22-23). Tuhan mau kita menggunakan perkataan kita untuk berbicara kepada persoalan kita. Dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, bangsa Israel mengalami kekeringan di dua lokasi. Pada lokasi pertama Tuhan memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke batu karang dan keluarlah air. Pada lokasi yang kedua Tuhan memerintahkan Musa untuk berkata (meminta) dan keluarlah air dari batu karang. Ini melambangkan antara jaman perjanjian lama dan perjanjian baru. Pada jaman perjanjian baru ini, kita hanya perlu meminta kepada Tuhan dan Ia akan memberikannya.

3. Perkataanku haruslah perkataan iman
Janganlah kita berkata-kata yang negatip, pesimis, mengeluh dan tidak percaya. Perkataan kita haruslah perkataan yang positip, karena Kristus sudah mati di kayu salib untuk membuat yang negative menjadi positif. Ketika kita berbicara negatip, kita sudah bersekutu dengan iblis. Dan iblis akan datang menumpangi perkataan kita. Ketika kita berbicara positip, maka kita bersekutu dengan Tuhan. Tuhan datang dengan perkataan iman, maka kitapun juga harus mengikut contoh-Nya. Tuhan mau kita berkata-kata positip. Ketika kita berbicara positip Tuhan menggunakan perkataan kita dan menggerakkan malaikat-malaikat untuk membantu kita.

Marilah kita tetap teguh berpegang pada pengakuan pengharapan kita kepada Tuhan dan tetap berkata-kata firman. Janji Tuhan meskipun belum terlihat, tetapi marilah kita tetap memperkatakan firman dalam keseharian kita.

Tuhan memberkati.

Discussion - One Comment

leave a comment

Latest Sermon

Translator