1

Kuat di dalam roh (Efesus 6: 10)

Posted on Jun 13 , 2008 in Sermon

Ringkasan Kotbah : Pdt. Dr. Agus Gunawan
Tanggal : 8 June 2008

Efesus 6:10, “akhirnya, hendaklah kamu kuat…”; II Tim 2:1, “jadilah kamu kuat karena kasih karunia…”

Apakah yang dimaksud dengan kuat? Apakah berarti tubuh kita harus kuat?. Arti kuat yang sebenarnya adalah kuat di dalam roh. Manusia terdiri dari tiga bagian: tubuh, jiwa dan roh. Seringkali manusia menilai kekuatan seseorang diukur dari kekuatan tubunya, orang yang kuat secara fisik akan memiliki jiwa dan roh yang kuat, belum tentu.

Sebagai contoh, pada waktu Musa mengirim 12 pengintai untuk melihat tanah perjanjian. 10 orang berkata bahwa mereka melihat orang2 enak sangat tinggi dan kuat , sehingga tidak ada harapan bagi bangsa Israel untuk masuk tanah perjanjia. Tetapi Kaleb dan Yosua mempunyai pandangan yang berbeda, mereka memiliki roh yang lebih kuat, sehingga orang2 enak yang memiliki tubuh yang lebih kuat tidak menjadi halangan bagi bansa Israel untuk memasuki tanah perjanjian. Untuk mendapatkan mujisat dalam hidup kita, tidak diperlukan jiwa (perasaan, kehendak) tetapi diperlukan roh yang kuat. Kekuatan rohani lebih kuat dari kekuatan jiwa atau tubuh. Jiwa bisa lemat, dendam, malas, takut dsb, tetapi rohlah yang akan menguatkan kembali lewat firman.

Bagaimana supaya roh kita menjadi kuat:

(1) Kita harus memiliki Firman (I Yoh 2:14). Firman itulah yang akan kita pakai untuk membangkitkan jiwa kita, roh kita akan memakai firman itu untuk berkata2 kepada jiwa kita dan membangunnya kembali.

(2) Kita harus dekat dengan Tuhan. Kita akan selalu kuat bila kita menaruh pengharapan kita pada Tuhan, dan Tuhanlah yang akan memberikan kekuatan itu bagi hidup kita.

Biarlah didalam hidup kita selalu membangun roh kita lebih dari kita membangun tubuh dan jiwa kita. Amin!

Tags: , , ,

One Comment → “ Kuat di dalam roh (Efesus 6: 10) ”


  1. sam

    2

    Amin
    thx ayat
    uda ngingetin lagi
    memang sudah seharusnya kita sebgai gereja saling mengingatkan
    THX


Leave a Reply