Ringkasan Kotbah Pdt Barnabas Ong
Tgl 12 April 2009
Ayat bacaan Lukas 24:13-34
Kubur yang kosong adalah kabar suka cita bagi kita yang percaya. Tuhan membuktikan dan menunjukkan bahwa kubur yang kosong adalah jembatan ke kehidupan kekal bersama Dia. Selain itu jangan membiarkan hati kita menjadi kosong.
Orang akan beberapa kali perpindah-pindah tempat tinggal, pekerjaan dan mungkin gereja tempat ia berbakti dalam masa hidupnya. Ini adalah hal yang wajar. Tetapi yang tidak wajar adalah ketika orang meninggalkan suatu persekutuan karena sakit hati dank arena itu hatinya menjadi kosong. Orang-orang inilah yang perlu kita perhatikan. Dalam ayat bacaan di atas, diceritakan tentang dua murid yang bertemu Yesus dalam perjalanan ke Emaus. Satu dari murid itu meninggalkan persukutuan karena ia kecewa. Ia mengharapkan Yesus melakukan hal besar, tapi ia mendapati Yesus mati di kayu salib. Mengetahui akan hal ini, Yesus mengejar mereka. Inilah hati seorang gembala yang mencari domba yang hilang. Kedua orang ini kecewa dan tidak mengenali Yesus. Kalau kita mempunyai masalah dan terus menerus memandang masalah itu, maka kita akan kehilangan wajah Tuhan.
Kedua murid begitu kecewa sehingga tetap tidak percaya ketika rekan-rekan mereka mengatakan bahwa Yesus sudah bangkit. Firman Tuhan adalah firman yang hidup. Yesus kemudian mulai berbicara tentang firman dan mengingatkan kedua murid itu. Ketika malam tiba, kedua murid mengajak Yesus untuk tinggal bersama mereka. Ketika makan malam, Yesus memecahkan roti dan ketika itulah mereka mengalami perjumpaan dengan Yesus. Perjamuan kudus menggambarkan kasih dan kebenaran. Perjumpaan dengan Yesus menyadarkan kedua murid. Dan segera setelah itu kedua murid berangkat ke Yerusalem untuk kembali ke persekutuan dan menemukan suka cita dalam Kristus.
Perjamuan kudus haruslah menjadi pusat dari kehidupan kita yang memiliki makna pengorbanan Kristus di kayu salib. Ia sudah menang dan mengalahkan segala hal termasuk duka cita kita. Karena Ia, kita peroleh suka cita. Amin.
Tuhan memberkati.
Tags: kehidupan kita yang, kita yang percaya, perjamuan kudus, yang percaya, murid yang, dan tidak mengenali, ringkasan kotbah pdt

