Ringkasan Kotbah : Pdt. Yoanes Kristianus
Tanggal : 29 June 2008
Momentum bisa di artikan sebagai percepatan, kekuatan, kesempatan atau lompatan. Kerohanian kita tidaklah statis melainkan dinamis. Bagaimanakah caranya agar kita bisa memelihara momentum kerohanian kita agar kerohanian kita bisa selalu bertumbuh dengan dinamis?
1. Belajar dari pendahulu-pendahulu kita (Ibrani 12: 1a).
Untuk bisa mengalami percepatan dalam pertumbuhan rohani kita, kita perlu menempatkan diri kita di lingkungan orang-orang yang rohaninya lebih dewasa dari kita (1 Korintus 15: 33).
2. Singkirkan semua dosa dan beban yang merintangi (Ibrani 12: 1b).
Dosa dalam bahasa aslinya adalah harmatia yg berarti tidak mengenai sasaran (missing the target). Dosa dapat di hapuskan dengan mengaku pada Tuhan (Roma 10: 10) Beban adalah bobot yang ada dalam hidup kita sehingga hidup kita tidak nyaman. Biarlah kita serahkan segala beban hidup kita pada Tuhan (Mat 11: 28).
3. Fokus pada gaya hidup Tuhan Yesus (Ibrani 12: 2).
Manusia cenderung meniru gaya hidup idola-nya. Contohnya trend mode yang lagi terkenal selalu mengikuti mode selebritis yang lagi terkenal pada saat itu. Sebagai anak Tuhan kita harus mengikuti gaya hidup Tuhan kita. Biarlah banyak orang boleh di menangkan melalui gaya hidup kita.
Marilah kita semua memelihara dan meningkatkan percepatan pertumbuhan kerohanian kita dengan dinamis.
Tuhan Yesus memberkati.
Tags: dalam bahasa aslinya, Kita bisa, hidup kita sehingga

