Ringkasan Kotbah : Pdt. Yoanes Kristianus
Tanggal : 25 April 2010
Standard bisa diartikan sebagai panji atau bendera, teladan, contoh, melakukan hal yang diluar kebiasaan atau menghasilkan hal yang luar biasa. Kita memiliki Tuhan yang luar biasa, karena itu jangan mau jika kita hidup di bawah standard. Kita harus hidup sesuai dengan standard yang dari Tuhan.
Di dalam Tuhan tidak ada yang diam atau statis, tetapi yang ada adalah kedinamisan atau selalu berubah untuk menjadi lebih baik. Keadaan atau standard yang meningkat tidak dating dengan sendirinya karena ini harus kita raih dengan tindakan kita. Ada tiga hal yang dapat kita lakukan untuk menaikkan standard kita supaya sama dengan standard Tuhan:
1. Bersiap sebelum musuh datang
Musuh kita dapat datang seperti banjir dengan tiba-tiba. Jadi kita harus bersiap sedia dengan menaikkan fondasi dari tempat di mana kita tinggal agar ketika banjir itu datang kita tidak tenggelam. Contoh lain adalah ketika kita menghadapi saingan baru baik itu di tempat kerja atau di Gereja. Ketika orang baru datang dengan ide atau kemampuan yang lebih baik, kita tidak seharusnya berusaha menekan dan menjelekkan orang baru tersebut. Yang seharusnya kita lakukan adalah meningkatkan kemampuan kita sendiri untuk menjadi lebih baik dan menciptakan persaingan yang sehat.
2. Melayani dengan kualitas servis yang terbaik
Dalam Markus 10:42-45 diceritakan bagaimana murid-murid Yesus berdebat untuk mengetahui siapa diantara mereka yang terbaik dan terhebat. Tetapi Yesus mengajarkan kepada mereka bahwa jika mereka ingin menjadi yang terbaik atau terhebat maka dia harus menjadi hamba dan melayani yang lain. Dengan kata lain jika kita ingin menaikkan standard kita maka kita harus mau merendahkan hati kita untuk melayani orang lain dan tidak minta dilayani.
3. Berani melakukan yang belum pernah kita lakukan sebelumnya
Dalam Matius 14:24-33 diceritakan ketika Petrus meminta kepada Yesus agar ia bisa berjalan di atas air. Petrus berani melangkah dan melakukan hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya dan ia berjalan di atas air seperti Yesus. Murid-murid yang lain hanya bisa terkagum-kagum tetapi tidak berani melakukan seperti yang dilakukan oleh Petrus. Mujizat Tuhan terjadi ketika kita berani melakukan apa yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.
Tuhan Yesus memberkati

